SPESIFIKASI SATELIT DAN HARGA
Citra satelit ini dapat dibagi menjadi empat kualitas, yaitu: resolusi rendah, resolusi menengah, resolusi tinggi dan resolusi sangat tinggi. Harga dari citra satelit ini beraneka ragam tergantung pada vendornya, luasannya, dan resolusinya. Yang mana semakin tinggi resolusinya maka harganya juga akan semakin mahal.
RESOLUSI RENDAH
-Citra Modis
MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) adalah instrumen utama diatas satelit Terra (awalnya dikenal sebagai EOS AM-1) dan Aqua (Awalnya dikenal sebagai EOS PM-1). Orbit Terra di sekitar Bumi konfigurasi sehingga melewati dari utara ke selatan melintasi khatulistiwa pada waktu pagi hari, sementara Aqua melewati selatan ke utara melewati khatulistiwa pada sore hari. Terra MODIS dan Aqua MODIS melihat seluruh permukaan bumi setiap 1 hingga 2 hari, memperoleh data dalam 36 pita spektral, atau kelompok panjang gelombang (Frazier, 2014)
-AQUA (EOS PM 1)
Aqua (EOS PM 1) merupakan satelit milik Nasa yang mempelajari tentang penguapan dari lautan, uap air di atmosfer, awan, curah hujan, kelembaban tanah, es laut, es tanah, dan penutup salju di daratan dan es. Keenam instrumen itu adalah AIRS, AMSU, CERES, MODIS, AMSR-E, dan HSB. Satelit ini memiliki orbit Ascending node (Terra) sun-synchronous, near polar, circular. MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) merupakan instrumen yang beroperasi tidak hanya pada satelit Aqua namun juga pada Terra. Satelit ini memiliki lebar sapuan sebesar 2330 km dan memotret seluruh permukaan bumi dalam satu atau dua hari. Satelit ini memiliki 36 band dengan tiga resolusi spasial yaitu250m, 500m, dan 1.000m. Data Aqua-MODIS dimanfaatkan untuk pemanfaatan fase tanaman padi, zona potensi penangkapan ikan, monitoring titik api kebakaran hutan, dll. Data MODIS-Aqua yang tersedia di Pusat data yaitu data MODIS level 1B yitu data yang sudah dilakukan distriping correction dan geometric correction (NASA, no date b) dalam (LAPAN, 2018g)
-TERRA EOS AM-1
Adalah unggulan dari EOS. Ini akan memberikan data global tentang keadaan atmosfer, daratan, dan lautan, serta interaksinya dengan radiasi matahari dan satu sama lain.
-NPP-VIIRS
VIIRS (Visible infrared Imaging Radiometer Suite) merupakan Gambar Refleksi Terkoreksi diproduksi dalam waktu nyata (NRT), memberikan kesinambungan dari citra MODIS Corrected Reflectance yang dikembangkan untuk memberikan gambar tampak alami (Nasa, 2019). VIIRS adalah salah satu instrumen yang dibawa oleh satelit Suomi NPP (National Polar-Orbiting Partnership) yang diluncurkan pada tanggal 28 Oktober 2011. Data NPP-VIIRS dapat digunakan untuk monitoring lingkungan: awan, suhu permukaan laut, warna laut, angin kutub, vegetasi, aerosol, api, salju, es, dan aplikasi lainnya.
-HIMAWARI-8
Satelit Himawari-8 adalah sebuah satelit cuaca yang dioperasikan oleh JMA- Badan Meteorologi Jepang[2] . Himawari merupakan Geostasioner Meteorologi Satelit (GMS) yang merupakan generasi baru dari satelit MTSAT ( Multi Fungsi Transportasi Satelit). Himawari-8 diluncurkan pada Oktober 2014 dan mulai beroperasi pada pertengahan 2015. Posisi Himawari berada pada 140° BT untuk memantau kawasan bagian timur Asia dan barat Pasifik (Bang Day, 2018), (LAPAN, 2018a)
RESOLUSI MENENGAH
-LANDSAT-8
Satelite Landsat adalah program terpanjang yang menangkap citrapermukaan bumi. Mulai tahun 1972 satelit Landsat telah mengumpulkan jutaan citra satelit untuk seluruh dunia sehingga menjadikan kumpulan data sumber daya bumi paling komprehensif yang tersedia. Yang paling baru dalam seri ini adalah Landsat 8 yang diluncurkan pada bulan Februari 2013. Landsat 8 menghasilkan citra berkualitas tinggi setiap 16 hari yang disediakan sebagai layanan gratis melalui United Sate Geological Survey (USGS) (Training Manual – Tutorial SAGA GIS, 2017).
Harga citra satelit ini gratis.
-SENTINEL-2
Sentinel-2 terdiri dari dua satelit konstelasi yaitu Sentinel-2A dan Sentinel-2B yang mengorbit kutub pada orbit sun-synchronous pada ketinggian 786 km. Dua satelit identik tersebut berjarak 180 derajat satu sama lain. Satelit tersebut merupakan satelit resolusi menengah dengan resolusi temporal 10 hari untuk satu satelit atau 5 hari dengan dua satelit. Satelit ini dapat digunakan untuk pengamatan operasional seperti peta tutupan lahan, peta deteksi perubahan lahan dan variabel geofisika. Luas cakupan sebesar 290 km. Data Sentinel-2 tersebut merupakan data Level-1C (Reflektan ToA).
16 Produk tersebut telah diproyeksikan ortho UTM/WGS84. Produk ini menggunakan Model Elevasi Digital (DEM) yang diproyeksikan pada koordinat kartografi (LAPAN, 2108).
RESOLUSI TINGGI
-SPOT 6
Satelit SPOT-6 dibangun oleh AIRBUS Defence & Space dan berhasil diluncurkan pada 9 September 2012. SPOT-6 merupakan satelit penginderaan jauh optis yang mampu menyediakan citra dengan resolusi hingga 1.5 meter untuk pankromatik dan 6 meter untuk multispektral. Data ini dapat diaplikasikan di bidang pertahanan, pertanian, pemantauan tutupan lahan dan hutan, pantai, teknik, minyak, gas, dan industri pertambangan (LAPAN, 2018f). Satelit SPOt-6 dan juga bersama SPOT-7 menggantikan posisi SPOT-4 dan SPOT-5 yang telah beroperasi sejak tahun 1998 dan 2002. Selain itu stasiun bumi dan antariksanya juga telah dirancang dengan perbaikan kinerja dibandingkan sebelumnya terutama dalam hal aktifitas akuisisi khusus yang meliputi ketepatan pengiriman dan akuisisi (area liputan sebesar 6,000,000 sq.km per hari) (Citra Satelit SPOT-6 – CITRA SATELIT INDONESIA, no date).
Harga citra satelit SPOT ini sekitar 4,6 euro.
-ALOS
ALOS (Advanced Land Observing Satellite) merupakan satelit observasi bumi
19 yang diluncurkan pada bulan Januari 2006 oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). ALOS memiliki misi utama sebagai berikut: Kartografi, Observasi regional, Monitoring bencana, Survey sumber daya, Pengembangan teknologi observasi bumi. ALOS memiliki tiga sensor observasi bumi yaitu Panchromatic Remote-sensing Instrument for Stereo Mapping (PRISM) untuk mendeteksi elevasi dengan presisi tinggi, Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type 2 (AVNIR-2) untuk observasi tutupan lahan, dan Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) untuk observasi daratan siang dan malam tanpa memperhatikan kondisi cuaca (LAPAN, 2018a).
Harga citra satelit ini sekitar Rp. 4.000.000.
-ALOS PRISM
PRISM (Panchromatic Remote-Sensing Instrument for Stereo Mapping) merupakan radiometer pankromatik yang memiliki resolusi spasial 2,5 meter pada titik nadir. Data yang diekstrak menyediakan model permukaan digital (Digital Surface Model) yang akurat. PRISM memiliki tiga titik optik independen untuk melihat titik nadir, depan dan belakang (Backward and Forward). Masing-masing optik teleskop terdiri dari tiga cermin dan beberapa detektor CCD untuk penyapuan memanjang. Teleskop Nadir mampu mencakup lebar 70 km, sedangkan teleskop depan dan belakang mencakup lebar area 22 35 km (lihat ilustrasi). Teleskop dipasang pada sisi optical bench pada suhu yang tepat. Teleskop depan dan belakang (Forward and Backward) memiliki inklinasi 24 dan -24 derajat dari titik nadir untuk rasio dasar ketinggian 1,0. Bidang luas pandang (FOV) PRISM menyediakan tiga stereo penuh tumpang tindih (triplet) dengan lebar 35 km tanpa pemindai pemindaian mekanis atau kemudi yaw dari satelit. Tanpa lebar FOV ini, ke depan, nadir, dan kebelakang citra tidak akan saling tumpang tindih (overlap) akibat rotasi bumi.
-ALOS AVNIR-2
AVNIR-2 (The Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type 2) merupakan gelombang visible dan radiometer yang digunakan unntuk mengamati daratan dan wilayah pesisir. Satelit ini menyediakan peta cakupan lahan dengan spasial yang baik dan peta klasifikasi penggunaan lahan untuk pemantauan lingkungan daerah.
-ALOS PALSA
PALSAR (Phased Array type L-Band Synthetic Aperture Radar) merupakan sensor gelombang mikro aktif pada L-band (frekuensi-pusat 1270 MHz 23.6 cm) yang dikembangkan oleh JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) bekerja sama dengan JAROS (Japan Resource Observation Systems Organization). Sensor PALSAR mempunyai kemampuan off-nadir dengan variable antara 10-51 derajat (sudut datang 8-60 derajat) dengan menggunakan teknik phased array aktif dengan 80 modul-modul untuk mentransmisikan/penerimaan.
-RAPID EYE
Sensor RapidEye merupakan konstelasi lima sensor identik yang menangkap citra pada resolusi 5 m. RapidEye diluncurkan pada Agustus 2008 dan hingga kini masih beroperasional. Sensor ini memiliki 5 band multispektral yaitu red, green, blue, red edge, dan near-infrared. Data RapidEye cocok digunakan untuk aplikasi pemetaan lingkungan dan pertanian (LAPAN, 2018e)
-IKONOS
Satelit IKONOS merupakan satelit yang diluncurkan pada bulan September 1999. Satelit ini memiliki resolusi spasial hingga 0.8 m untuk pankromatik dan 4 m untuk multispektral (Red, Green, Blue, dan NIR). Satelit IKONOS berhenti menyediakan data citra penginderaan jauh sejak Desember 2014. IKONOS memiliki orbit sun-synchronous
27 polar pada ketinggian 681 km dengan resolusi temporal selama 1.5 – 3 hari. Data resolusi sangat tinggi IKONOS memungkinkan untuk memvisualisasikan bangunan, jalan, atau pepohonan sehingga akan sangat berguna pada aplikasi seperti kartografi perkotaan, penggunaan lahan, pertanian, atau manajemen bencana alam. IKONOS memiliki Optical Sensor Assembly (OSA) yang menyediakan data penginderaan jauh resolusi sangat tinggi dengan mode pankromatik sebanyak 1 band dan multispectral sebanyak 4 band (LAPAN, 2018c).
RESOLUSI SANGAT TINGGI
-PLEIADES
Pleiades 1A dan Pleiades 1B merupakan satelit kembar milik Airbus Defence and Space. Pleiades memiliki 1 kamera dengan 1 band pankromatik dan 4 multispektral. Pleiades 1A diluncurkan pada bulan Desember 2011 sementara Pleaides 1B diluncurkan pada bulan Desember tahun berikutnya. Satelit Pleaides 1A dan 1B berada pada orbit yang sama namun terpisah jarak hingga 180 derajat sehingga dapat menyediakan citra hingga temporal harian. Satelit Pleiades dilengkapi sensor yang dapat membuat gambar berwarna dengan resolusi spasial 50 cm. Masing-masing satelit memiliki resolusi temporal 2 hari dengan jenis orbit heliosynchronous quasi-circular pada ketinggian orbit 694 km. Sensor resolusi tinggi Pleiades membuat gambar dalam mode pankromatik dengan resolusi 70 cm, yang di-resample hingga 50 cm di permukaan tanah. Dalam mode multispectral, kamera ini memotret gambar dengan resolusi 2.8 m yang di-resample hingga 2 m. Penggabungan kedua jenis produk ini menghasilkan gambar berwarna dengan resolusi 50 cm. Produk Pleiades dapat diaplikasikan pada pertahanan, pemetaan perkotaan, pertanian, dan infrastruktur (LAPAN, 2018d).
-QUICKBIRD
itra Satelit yang dihasilkan dari pemotretan atau perekaman melalui sensor yang ditempatkan pada satelit Quickbird, memiliki resolusi spasial 0.61 m pankromatik (BW) dan 2.4 m multipektral (berwarna), dengan ketelitian lokasi 23 m tanpa menggunakan titik kontrol tanah. Kemampuan cakupan dalam sekali perekaman tunggal seluas 16.5 km x 16.5 km atau perekaman dalam bentuk strip seluas 16.5 km x 115 km. Dengan resolusi spasial yang tinggi, citra satelit Quickbird mampu menyajikan penampakan objek cukup detail dan bisa menampilkan objek hingga skala 1 : 2,500.(QuickBird | Peta Citra Satelit, no date).
Harga citra satelit ini sekitar $20 US Dollar
-GEOEYE-1
Citra GeoEye-1 merupakan salah satu citra resolusi tinggi yang dimiliki oleh perusahaan GeoEye-1 diluncurkan oleh Vandenburg Air Force California pada tanggal 6 September 2008. Citra satelit ini menawarkan citra permukaan bumi dengan kedetilan luar biasa dan akurasi yang tinggi dibandingkan dengan citra satelit resolusi tinggi lainnya. GeoEye-1 secara simultan melakukan perekaman saluran pankromatik dengan resolusi spasial 0,41 meter dan saluran multispektral dengan resolusi spasial 1,65 meter. Akan tetapi berdasarkan kebijakan pemerintah AS resolusi spasial yang diperkenankan untuk kepentingan komersial adalah resolusi 0,5 meter dan 2 meter. GeoEye-1 mulai beroperasi pada tanggal 6 September 2008 hingga sekarang. GeoEye menyediakan data penginderaan jauh dengan ground resolution hingga 0.41 m dalam mode pankromatik dan 1.65 meter pada mode multispectral. GeoEye-1 memiliki 33 orbit Sun-synchronous polar pada ketinggian 681 km. Satelit ini memiliki resolusi temporal selama kurang dari 3 hari (LAPAN, 2018b).
Komentar
Posting Komentar